Oktober 18, 2026

En Genius

Elektronika, komponen, teknik listrik

7 Langkah Mengukur Arus Listrik dengan Multimeter Digital

Multimeter digital dengan probe terpasang seri pada rangkaian elektronik di meja kerja
Mengukur arus butuh multimeter yang dipasang seri pada rangkaian, bukan paralel seperti saat mengukur tegangan. Tujuh langkah berikut memastikan hasil bacaannya akurat dan alat tetap aman.

Cara mengukur arus listrik dengan multimeter digital bergantung pada posisi probe. Multimeter harus dipasang seri dengan beban, sehingga seluruh arus yang ingin diukur melewati alat tersebut. Memasangnya paralel seperti saat mengukur tegangan justru membuat sekring multimeter putus atau rangkaian ikut mati.

1. Pastikan jenis arusnya: DC atau AC

Langkah pertama menentukan mode pada dial. Rangkaian dari baterai, adaptor, dan catu daya DC memakai mode A dengan garis lurus (DC). Arus dari stopkontak PLN memakai mode A dengan simbol gelombang (AC).

Untuk pengukuran arus searah, probe hitam tetap di terminal COM dan probe merah pindah ke soket bertanda mA atau 10A, bukan ke soket V. Soket V hanya untuk mengukur tegangan dan resistansi; memakainya untuk arus akan menghasilkan pembacaan nol atau sekring internal putus.

2. Pilih rentang yang lebih tinggi dari perkiraan arus

Multimeter digital otomatis memilih rentang pada model autorange, tetapi model manual menuntut kamu menetapkan batas. Kalau beban memakai arus sekitar 200 mA, pilih rentang 200 mA atau 10A lebih dulu, lalu turunkan setelah pembacaan pertama terlihat.

Soket 10A biasanya tidak berbagi sekring dengan soket mA. Arus di atas 200 mA yang masuk ke soket mA bisa memutus sekring halus di dalamnya, dan sekring jenis ini jarang tersedia di toko elektronika biasa. Sebagai gambaran kasar, motor DC kecil dan lampu pijar 12 V sering menarik arus ratusan miliampere, sementara board mikrokontroler dengan LED indikator hanya butuh puluhan miliampere.

3. Matikan rangkaian sebelum menyisipkan multimeter

Buka jalur antara sumber daya dan beban, lalu sambungkan probe merah ke sisi sumber dan probe hitam ke sisi beban. Urutan probe tidak memengaruhi besar arus, tetapi membaliknya pada mode DC akan menampilkan tanda minus di layar. Tanda minus berarti arus mengalir berlawanan dengan arah probe, bukan berarti alat rusak.

Kalau rangkaian memakai kabel jumper atau papan roti, cabut satu kabel penghubung dan gantikan dengan dua probe multimeter. Cara ini lebih aman daripada menahan probe dengan tangan pada titik yang berdekatan, karena probe yang terlepas saat arus mengalir bisa menimbulkan percikan.

4. Nyalakan rangkaian dan baca layar

Angka pada layar menunjukkan besar arus dalam satuan yang tertulis di dial. Hasil 0,45 pada rentang 10A berarti 0,45 ampere atau 450 mA. Hasil 45,0 pada rentang 200 mA berarti 45 miliampere.

Kalau layar menampilkan angka nol padahal beban jelas bekerja, periksa tiga hal: probe merah mungkin masih di soket V, sekring multimeter putus, atau rentang terlalu besar sehingga arus kecil tidak terbaca. Pada model manual, rentang 10A memang tidak akan menampilkan arus 5 mA dengan jelas.

5. Jangan melepas probe saat arus masih mengalir

Melepas probe di tengah pengukuran memutus rangkaian secara mendadak. Pada beban induktif seperti motor, kumparan relay, atau trafo, pemutusan mendadak memicu lonjakan tegangan yang bisa merusak multimeter dan komponen sakelar di sekitarnya.

Matikan sumber daya lebih dulu, tunggu sampai lampu indikator padam, baru lepas probe. Untuk beban yang menyimpan muatan, seperti kapasitor pada catu daya, beri waktu beberapa detik sebelum menyentuh rangkaian.

6. Ukur arus pada titik yang mewakili seluruh beban

Arus yang mengalir di berbagai cabang rangkaian paralel tidak sama. Kalau kamu ingin tahu total arus yang ditarik sebuah perangkat, sisipkan multimeter pada jalur utama dari sumber daya, bukan pada salah satu cabang.

Mengukur arus cabang tetap berguna saat mencari komponen yang menarik terlalu banyak arus. Bandingkan hasil tiap cabang dengan perkiraan dari hukum Ohm; cabang yang jauh lebih tinggi dari perhitungan biasanya punya komponen bocor atau hubungan pendek. Perhitungan arus pada jalur LED, misalnya, bisa kamu cek dengan metode di panduan menghitung resistor pembatas arus LED supaya angka di layar multimeter punya pembanding yang jelas.

7. Catat hasil dan matikan alat

Setelah angka stabil, tulis nilai arus, rentang yang dipakai, dan kondisi beban saat pengukuran. Arus berubah ketika beban bekerja lebih berat, misalnya motor yang mulai berputar atau lampu yang menghangat, jadi satu angka saja belum menggambarkan perilaku rangkaian.

Pindahkan dial ke posisi OFF atau ke rentang tegangan tertinggi sebelum multimeter disimpan. Ini mencegah probe yang tidak sengaja bersentuhan mengalirkan arus ke soket yang salah pada pengukuran berikutnya.

Kesalahan yang paling sering terjadi

  • Memasang probe paralel dengan beban karena terbiasa mengukur tegangan, sehingga sekring putus.
  • Memakai soket mA untuk arus motor yang jauh lebih besar dari batas soket.
  • Melepas probe saat rangkaian masih menyala pada beban induktif.
  • Membaca angka tanpa memperhatikan satuan di dial, lalu salah mengira mA sebagai A.

Ringkasan

Mengukur arus selalu berarti memutus jalur dan menyisipkan multimeter di dalamnya. Tentukan mode DC atau AC, pilih soket dan rentang yang sesuai, matikan rangkaian sebelum menyambung probe, lalu baca satuan di layar dengan cermat. Kebiasaan mematikan sumber daya sebelum melepas probe akan memperpanjang umur alat dan menjaga keselamatanmu.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kenapa hasil pengukuran arus selalu nol?

Periksa posisi probe merah. Kalau masih di soket V, arus tidak melewati jalur pengukuran arus dan layar akan menampilkan nol. Sekring multimeter yang putus juga memberi gejala yang sama, dan bisa dicek dengan mode kontinuitas setelah probe dilepas dari rangkaian.

Bisakah multimeter mengukur arus tanpa memutus rangkaian?

Alat ukur arus digital yang dijepitkan pada kabel, atau clamp meter, bisa membaca arus dari medan magnet di sekitar penghantar tanpa memutus jalur. Multimeter biasa tetap harus dipasang seri. Untuk pengukuran arus kecil pada papan rangkaian, memutus satu jalur jumper biasanya lebih praktis.

Apa yang harus dilakukan kalau arus terbaca jauh lebih besar dari perkiraan?

Matikan sumber daya dan periksa apakah ada komponen yang terhubung pendek, nilai resistor yang salah, atau beban tambahan yang tidak diperhitungkan. Setelah rangkaian diperbaiki, ukur ulang dengan rentang tertinggi lebih dulu agar multimeter tidak menanggung arus berlebih. Saat mendokumentasikan hasil pengukuran di komputer, simpan juga cadangan dari perangkat lain memakai langkah cara backup data HP ke komputer tanpa aplikasi tambahan supaya catatan proyek tidak hilang.

Kalau kamu juga membersihkan akun lama yang sudah tidak dipakai, langkah cara menghapus akun media sosial lama dengan aman membantu mengurangi jejak digital yang menumpuk.